Rabu, 27 Februari 2013

Kelakar Tifatul Sikapi Telekomunikasi Indonesia di Forum Dunia

detail beritaKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat ini masih dalam proses  merampungkan  seleksi 3G, namun  pada gelaran Mobile World Congress (MWC) 2013, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring diminta untuk berbagi cerita dalam pengembangan telkomunikasi di Indonesia.

Melalui keterangan yang diterima , Tifatul pada 27 Februari 2013, di Barcelona, Spanyol menjadi  pembicara utama dalam  seminar internasional bertajuk "Leveraging Mobile Growth to Support The Socio Econonic Development of Asia Pacific's Developing Markets".

Bertindak sebagai moderator ialah Chair and CEO LIRNEasia, Rohan Samarajiva serta  narasumber lain, yakni Chief Strategy Officer, Regulatory and Business Transformation Officer Axiata Group Supun Weerasinghe dan President Southeast Asia and Pacific  Qualcomm, John Stefanac.

"Beberapa hal pokok yang menjadi bahasan dalam seminar tersebut adalah peran layanan telekomunikasi dalam mendorong percepatan pembangunan sosial ekonomi," terang Kepala Humas Kominfo Gatot S. Dewa Broto.

Lebih lanjut Gatot menerangkan, seminar itu juga membahas upaya pemerintah untuk mendorong bisnis baru serta indikator yang diambil para pengambil kebijakan dari lintas Kementerian untuk mendorong percepatan pembangunan tersebut.

"Sejumlah isu strategis tersebut sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Sebagai informasi, ini merupakan kali ketiga bapak Tifatul diundang sebagai salah satu pembicara dalam seminar internasional pada gelaran MWC, sebelumnya 2010 dan 2012," katanya.

Dalam paparan berdurasi 15 menit, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan,  Indonesia sebagai  salah satu bagian dari kawasan Asia yang sedang sangat booming ekonominya. Hal ini kata Tifatul, berimbas secara positif bagi percepatan pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satunya ditopang sektor komunikasi sebagai penyumbang dalam memberikan pertumbuhan ekonomi dibanding sektor-sektor lain.

Karenanya, wajar apabila Kominfo bersama instansi terkait serius memanfaatkan momentum strategis dan mendorong pemangku kepentingan untuk lebih intens dalam mendorong konektivitas.

Dalam paparannya, Tifatul juga memaparkan sejumlah Prestasi pengembangan telekomunikasi di Indonesia, baik yang dilakukan pemerintah maupun berbagai pihak terkait.

"Bahkan karena cukup fenomenalnya, moderator sempat meminta Tifatul berbagi kisah sukses dalam pengembangan 3G yang notabene belum sepenuhnya rampung," tukas Gatot.

Selasa, 26 Februari 2013

Cara Mengatasi Mac Saat Jaringan Internet Tersendat

detail berita
Bagi Anda pengguna Mac (PC keluaran Apple), pernahkah mengalami kejadian dimana Mac Anda tidak dapat terhubung dengan internet? Anda mungkin bertanya-tanya apa penyebabnya.
Mengutip dari Macworld,  mencoba memberikan langkah-langkah. Sedikitnya ada enam langkah yang dapat Anda lakukan.

Buka Situs atau Aplikasi LainUntuk memastikan apakah hanya situs tertentu yang tidak dapat terbuka, Anda bisa mencoba dengan membuka situs lainnya seperti Google. Namun, jika hanya salah satu situs yang tidak dapat terbuka, maka buka “Down For Everyone or Just Me” lalu masukkan URL situs tersebut.

Gunakan Network DiagnosticsUmumnya pada OS MAC terdapat aplikasi berupa Network Diagnostics untuk membantu mencari solusi terkait jaringan internet yang bermasalah. Network Diagnostics juga dapat dimunculkan secara manual dengan cara pilih menu Apple > System Preferences > Network > Assist Me > Diagnostics.

Selanjutnya akan terdapat pertanyaan  mulai dari pemeriksaan sambungan internet/Wi-Fi hingga konfigurasi network dan server DNS.

Cek Koneksi Wi-Fi

Kalau Mac Anda tersambung dengan Wi-Fi, coba periksa kembali koneksinya pada menu Wi-Fi. Jika tidak berhasil terhubung maka coba matikan sambungan Wi-Fi di Mac kemudian sambungkan kembali setelah 30 detik.

Coba dengan Perangkat LainCoba dengan perangkat smartphone atau tablet lainnya untuk mengakses internet seperti pada Mac sebelumnya. Apabila dapat terhubung, sedangkan Mac sudah di-restart masih belum bisa terhubung, coba pilih “Check your DNS Setting”

Reset Router Anda Jika Mac belum juga dapat terhubung dengan koneksi internet, coba matikan secara total sekira 10 menit, kemudian nyalakan kembali. Apabila AirPort Express terhubung dengan kabel modem, coba buka kembali situs internet yang paling sering Anda kunjungi untuk melihat apakah sudah kembali normal atau belum.

Periksa Kembali Settingan DNSPada Domain Name System (DNS) pastikan alamat IP Mac Anda adalah 17.172.224.47, jika tidak dapat diakses coba ketik secara manual di Browser URL berikut: http://74.125.230.243.

Buka “Network pane of System Preferences” kemudian pilih “Advanced followed by DNS” lalu di kolom DNS Server ketik alamat IP lebih dari satu. Caranya pilih tanda (+) di bawah kolom tersebut kemudian ketik 208.67.222.220 dan 208.67.222.222.

Apabila semua langkah sudah dilakukkan, tetapi Anda masih juga belum dapat terhubung internet, sebaiknya Anda tanyakan kepada pihak penyelenggara jasa internet tersebut.

Senin, 25 Februari 2013

Seleksi Kanal 3G, Telkomsel dapat Peringkat Pertama

detail beritaKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya mengumumkan operator yang menempati peringkat teratas dari seleksi untuk mendapatkan dua kanal tersisa di frekuensi 2.1GHz hari ini. PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) berhasil meraih peringkat pertama untuk hasil seleksi setelah melalui beberapa uji kelayakan.

Seperti diketahui, sebelumnya terdapat tiga operator yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT XL Axiata (XL), dan PT Indosat (Indosat) yang berjuang untuk memperoleh sisa kanal di frekuensi 2.1GHz. Sayangnya Indosat harus gugur pada tahap pertama proses seleksi.

Melalui situsnya, Kominfo menjelaskan mengenai seleksi kedua, yakni evaluasi dokumen permohonan yang dilakukan pada 8 hingga 22 Februari 2013 terbilang penting. Sebab berdasar Peraturan Menteri Kominfo No. 43/2012 dan Dokumen Seleksi, proses akan meliputi dua penilaian yakni administrasi dan kelayakan.

Dikutip dari Kominfo, Selasa (26/2/2013), Adapun hasil seleksi ini berdasarkan peringkatnya adalah sebagai berikut, peringkat pertama: PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan peringkat kedua: PT XL Axiata, Tbk (XL). Akan tetapi, Kominfo tetap memberi kesempatan masa sanggah kepada pihak-pihak (peserta seleksi) yang merasa keberatan dengan hasil seleksi ini, yaitu pada tanggal 26 hingga 27 Pebruari 2013. Jika tidak ada perubahan yang berarti, maka hasil seleksi ini akan ditetapkan oleh Menteri Kominfo pada tanggal 5 Maret 2013.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat (2) Peraturan Menteri Kominfo No. 43 Tahun 2012, maka pemenang seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan ketentuan:

a. peringkat pertama hasil Seleksi sebagai Pengguna Pita Frekuensi Radio dengan rentang frekuensi radio 1970 - 1975 MHz berpasangan dengan 2160 - 2165 MHz; dan
b. peringkat kedua hasil Seleksi sebagai Pengguna Pita Frekuensi Radio dengan rentang frekuensi radio 1975 - 1980 MHz berpasangan dengan 2165 - 2170 MHz.

Minggu, 24 Februari 2013

Esia Luncurkan 3 Kartu Perdana Baru


detail berita
PT. Bakrie Telecom, selaku perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, hari ini memperkenalkan tiga jenis kartu perdana baru ke publik melalui kegiatan Esia Goes to Market di kawasan Car Free Day-Jakarta.

Melalui tiga jenis kartu perdana terbaru ini, Bakrie Telecom menegaskan sedang fokus dalam menggarap pasar menengah ke bawah yang masih mengandalkan layanan percakapan (voice) dan SMS.

Esia Goes to Market melibatkan partisipasi langsung dari karyawan Bakrie Telecom. Selain memperkenalkan kartu perdana baru, kegiatan ini juga untuk mempererat hubungan antar karyawan, sebagai bagian dari kampanye New Winning Spirit yang dicanangkan perusahaan.
Selain di Jakarta, dalam waktu bersamaan juga dilaksanakan Esia Goes to Market di Medan. Kota-kota lainnya menyusul, di antaranya Bandung dan Jogjakarta pada 3 Maret, dan Surabaya 10 Maret.

Jumat, 22 Februari 2013

BRTI: Industri Telekomunikasi Resah

Industri telekomunikasi resah karena penegak hukum tidak memahami istilah frekuensi sehingga dikhawatirkan bisnis yang selama ini sudah sesuai dengan regulasi bisa didakwa melanggar hukum, kata anggota Komite Regulasi Telekomunikasi, Badan Regulasi Telekomuniasi Indonesia (KRT-BRTI).
"Kata frekuensi yang di komunitas telekomunikasi mudah dipahami, ternyata tidak demikian di lingkungan aparat penegak hukum," kata Nonot Harsono saat menjadi pembicara pada diskusi Penafsiran Hukum dan Profesionalisme Penegak Hukum Dalam Melawan Korupsi yang dilakukan oleh Korporasi di Universitas Trisakti, Jakarta, Kamis.
Kejaksaan Agung menetapkan dua perusahaan (korporasi), yakni PT Indosat Tbk dan anak usahanya, PT Indosat Mega Media (IM2), sebagai tersangka dalam kasus korupsi penggunaan jaringan frekuensi radio 2,1 gigahertz atau 3G. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menyatakan nilai kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp1,3 triliun.
Nonot mengatakan iklim industri telekomunikasi akan menjadi tidak pasti karena ada regulator di atas regulator. Bertahun-tahun Kementerian Kominfo menata industri, namun karena adanya salah mengerti tersebut bisa membuat perusahaan yang sehat tiba-tiba menjadi bangkrut.
Ke depan, kata Nonot dalam makalahnya, ribuan UKM dengan skema bisnis yang sama akan tidak menentu nasibnya.
Menurut Nonot, seluruh skema bisnis kerjasama antara penyelenggara jasa telekomunikasi dengan penyelenggara jarangan bergerak seluler akan terhenti dan tidak mungkin dilanjutkan karena akan melawan hukum dan karena akan dianggap melawan hukum dan karena tidak mungkin membayar Biaya Hak Pengunaan (BHP) frekuensi.
Nonot mengatakan dalam dakwaannya jaksa penuntut umum menulis, selain menggunakan jaringan seluler 3G milik Indosat, IM2 juga menggunakan frekuensi 2,1 Ghz.
Jaksa penyidik tidak memahami bahwa jaringan seluler 3G adalah jaringan radio yang di dalamnya pasti ada parameter frekuensi, daya pancar, "bandwidth", dan parameter teknis lainnya. Akibat ketidakpahaman ini, penyidik mengira bahwa frekuensi itu merupakan bagian yang terpisah dari jaringan seluler, katanya.
Ia mengibaratkan seperti rumah kos. Orang yang kos tentu tidak perlu lagi membayar Pajak Bumi dan Bangunan karena sudah dibayar oleh pemiliknya. Jika membayar berarti ada pemasukan ganda.

Kamis, 21 Februari 2013

Bank Mandiri Perluas Branchless Banking Bank Sinar Harapan

Ilustrasi rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana mengembangkan layanan perbankan tanpa cabang (branchless banking) milik anak usahanya, yaitu PT Bank Sinar Harapan Bali (Bank Sinar).

Layanan yang bernama SinarSip tersebut pada 2012 telah membukukan 2.500 nasabah.

"Terhitung Januari 2013 hingga kini telah menambah 67 nasabah baru," kata Assistant Vice President Electronic Banking Group Bank Mandiri Eril Firmansyah, dalam Media Briefing The International Financial Inclusion Forum 2013 di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (20/2).

Dia mengatakan, dari 2.500 nasabah tersebut, sekitar 30 persen tergolong nasabah aktif. Namun, rata-rata frekuensi transaksi sekitar 1.600-1.800 kali, sehingga tidak sampai 1 orang melakukan 1 transaksi per bulannya.

“Nilai transaksinya masih kecil karena masih ada kendala di sisi regulasi. Sebentar lagi ‘kan Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan branchless banking yang lengkap, terutama untuk agent banking, sehingga nantinya transaksi akan lebih banyak,” jelas dia.

Selain di Bali, Eril mengungkapkan, pada tahun ini perseroan mengkaji untuk memperluas layanan tersebut ke tempat lain. Namun, perseroan lebih melihat dari ekosistem atau kondisi lingkungan, bukan target daerah tertentu. “Misalnya seperti komunitas buruh pabrik, itu ‘kan cukup banyak,” ujar Eril.

Eril memaparkan, saat ini layanan SinarSip masih bekerja sama dengan provider seluler Axis. Namun, ada tiga perusahaan telekomunikasi (telko) besar yang sepakat untuk terlibat.

Layanan tersebut, karena belum adanya aturan BI, masih dilakukan di cabang-cabang Bank Sinar. Setelah aturannya ada, kata dia, perseroan bakal memulai dengan mekanisme agent banking.

Rabu, 20 Februari 2013

Telkom targetkan pasang 300 WiFi di Bali

Telkom menargetkan pasang 300 titik akses WiFi di lingkungan kampus dan sekolah yang ada di wilayah Bali pada kuartal pertama tahun ini.

"Akses WiFi yang dipasang tersebut dikhususkan bagi pengguna Telkomsel atau Telkom Grup," kata General Manager Telkom Bali Selatan Ketut Budi Utama di Denpasar, Jumat.

Secara kesuluruhan target untuk tahun ini harus sudah terpasang akses layanan Internet itu sebanyak 800 unit di seluruh Pulau Dewata.

Dia mengatakan, saat ini alatnya sudah tersedia tinggal dipasangkan dan titik aksesnya pun sudah ditentukan.

"Pemasangan tersebut telah kami sosialisasikan dan menjalin kerja sama dengan pihak dinas pendidikan setempat. Namun sayangnya masih ada beberapa sekolah yang menolak dengan alasan takut menimbulkan dampak negatif bagi siswa," ucapnya.

Budi menjelaskan, akses WiFi gratis yang dipasang di sekolah atau kampus berbeda dengan yang ada di areal publik, seperti Bandara Ngurah Rai.

Sebab akses tersebut memiliki syarat tertentu, yakni untuk di sekolah diberikan layanan gratis selama 30 menit setelah itu dikenakan biaya yang murah.

Sedangkan di kampus layanan Internet dapat dimanfaatkan gratis selama tiga jam kemudian harus membayar akses dengan harga terjangkau.

Head of Sales and Costumer Care Telkomsel Regional Bali Nusra Hasan Kurdi mengatakan, pihaknya telah menyediakan layanan Internet gratis penuh untuk para pelanggan yang menggunakan telepon seluler, termasuk pengguna telepon pintar.

Sedangkan akses WiFi gratis yang dipasang di sekolah atau kampus bagi pelanggan Telkomsel sifatnya terbatas, tujuannya untuk memberikan pengalaman bagi para pengaksesnya.

Selasa, 19 Februari 2013

Rahasia Windows Blue terbongkar karena iklan lowongan pekerjaan



Rahasia Windows Blue terbongkar karena iklan lowongan pekerjaan
Sampai sekarang rumor dan misteri tentang produk terbaru Microsoft yaitu windows Blue masih blur atau tidak ada kejelasannya. Namun, (mungkin) secara tidak sengaja, Microsoft justru membeberkan hal ini.

Selama ini, banyak orang yang masih ragu akan eksistensi Windows Blue yang kabarnya adalah penyempurna dari Windows 8. Namun, pada tanggal 15 Februari kemarin, sebuah lowongan pekerjaan yang dipasang Microsoft secara tidak sengaja mengungkapkan bahwa memang benar ada apa yang dinamakan Windows Blue tersebut.

Penyebutan Windows Blue tersebut diketahui setelah Microsoft mengumumkan bahwa mereka membutuhkan orang baru untuk mengisi kekosongan posisi di salah satu bagian di perusahaan mereka.

Dalam iklan lowongan pekerjaan yang tertera di laman Microsoft Careers tersebut menyebutkan secara jelas tulisan Windows Blue dalam deskripsi tentang pekerjaan yang ditawarkan.

Seperti dilansir Cnet (16/02), tim Core Experience di Windows Sustained Engineering (WinSE) membutuhkan orang yang bersedia bekerja dengan mereka untuk mengembangkan fitur start, aplikasi dan beberapa pekerjaan seputar produk baru Microsoft.
Lowongan pekerjaan di Microsoft
(Gambar di atas adalah hasil print screen oleh seorang pengguna Twitter
dengan ID @h0X0d. Sekarang, iklan tersebut sudah tidak lagi ada)
Uniknya, tidak hanya menyebutkan Windows Blue saja, dalam lowongan pekerjaan tersebut juga tertulis Windows Phone Blue. Sayangnya, ketika dikonfirmasi seputar hal ini, Microsoft mengatakan bahwa tidak ada apa yang dinamakan windows Blue.

Pihak Microsoft juga tidak mau mengomentari terlalu jauh apa yang tertera di laman karir di situs mereka tersebut.

Jumat, 15 Februari 2013

Norton dan XL Lindungi Pengguna Ponsel Android di Indonesia

Norton by Symantec (Nasdaq: SYMC) mengumumkan penawaran Norton Mobile Security bagi pengguna smartphone Android dari operator PT XL Axiata Tbk.
Dibuat melalui mitra resmi Symantec, Ahead Mobile Sdn Bhd, yang tergabung dalam penyedia layanan aplikasi dan memiliki kantor yang terdaftar di Malaysia, menawarkan penyediaan solusi ponsel mobile andalan Norton yang dilengkapi dengan fitur-fitur seperti anti-theft, anti-malware, locate and remote wipe yang membantu mengatasi beberapa masalah ponsel mobile yang paling umum saat ini, termasuk hilangnya perangkat dan perlindungan data.
Ponsel mobile merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan konsumen, dengan dua dari tiga orang dewasa melaporkan bahwa mereka menggunakan perangkat mobile untuk mengakses internet. Namun satu dari tiga pengguna perangkat mobile telah mengalami perangkatnya hilang atau dicuri, serta menempatkan informasi sensitif mereka pada resiko1. Norton Mobile Security membantu konsumen tetap aman dengan perangkat mereka, mengembalikan perangkat yang hilang atau dicuri dan mencegah orang asing mengakses informasi mereka.
“Bukan rahasia lagi bahwa orang yang menggunakan perangkat mobile melebihi dari apapun pada kehidupan mereka sehari-hari, mulai dari berhubungan dengan teman-teman sampai dengan untuk membayar secangkir kopi,” ujar Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate and Director, Asia, Norton by Symantec dalam rilis tertulisnya.
“Seperti kita menggunakan ponsel dengan cara baru dan inovatif, kami juga menempatkan informasi sensitif pada resiko, jika perangkat hilang atau dicuri. Dengan Norton Mobile Security, kami membuat orang-orang menjadi lebih mudah dalam melindungi data mereka pada smartphone Android.”
“Penetrasi mobile di Indonesia terus meningkat, sehingga perlindungan ponsel mobile semakin penting. Kami melihat kebutuhan untuk menyediakan solusi keamanan ponsel mobile yang komprehensif bagi pelanggan XL, dalam rangka menciptakan pengalaman mobilitas yang positif. Kami percaya bahwa Norton Mobile Security akan memberikan perlindungan yang canggih untuk kebutuhan mobilitas konsumen dan melindungi mereka di mana saja,” ujar Dian Siswarini, Chief Technology & Digital Services Officer XL.

Kamis, 14 Februari 2013

NSN sediakan layanan TV broadcast via TD-LTE

Perusahaan mobile broadband Nokia Siemen Networks telah mengembangkan jaringan berteknologi time division duplex long term evolution (TD-LTE) yang memungkinkan untuk siaran langsung TV broadcast.

NSN, yang merupakan perusahaan patungan Nokia dan Siemen itu, telah mengujicoba jaringannya tersebut untuk siaran langsung lomba maraton internasional Xiamen di China pada 5 Januari lalu.

Bahkan, siaran langsung yang ditayangkan China Central TV dan Xiamen TV, melalui jaringan operator lokal China Mobile tersebut mampu menampilkan gambar dalam definisi tinggi (HD), kata NSN dalam pernyataan di laman resminya, Senin (WIB).

TD-LTE NSN telah mendukung acara maraton Xiamen dengan tingkat error zero bit. Dengan meningkatnya traffic dan load conditions, NSN mengklaim tidak ada penurunan performa, dan tidak ada delay dalam tayangan langsung selama 2,5 jam mega event tersebut.

Markus Borchert, presiden Nokia Siemen Network Greater wilayah China, mengatakan bahwa ujicoba yang pertama di dunia itu akan menjadi titik penting bagi NSN sebagai pemimpin inovasi TD-LTE, globalisasi, dan komersialisasi.

Rabu, 13 Februari 2013

Tiga operator berebut tambahan pita frekuensi 3G

Tiga operator seluler PT XL Axiata Tbk, PT Telkomsel dan PT Indosat Tbk bersaing memperebutkan pita frekuensi tambahan 3G yang dilelang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

"Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio Tambahan pada Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz untuk Penyelengaraan Jaringan Bergerak Seluler IMT-2000 kami tutup hari ini (6/1) tepat pukul 15:00 WIB. Tiga operator calon peserta yang menyerahkan seluruh dokumen lelang PT XL Axiata, PT Telkomsel dan PT Indosat," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S Dewa Broto, di Jakarta, Rabu.

Menurut Gatot, pihaknya tidak akan memberikan perpanjangan waktu dengan alasan bahwa pembukaan tender sudah diumumkan sejak beberapa bulan sebelumnya.

"Kami tidak akan memberikan perpanjangan waktu bagi operator yang terlambat. `No way," kata Gatot.

Ia menjelaskan, sesuai dengan jadwal pada 7 Februari 2013 maka akan dilakukan

Pemeriksaan kelengkapan dokumen permohonan seleksi.

Selanjutnya pada 8-22 Februari 2013 evaluasi dokumen permohonan, untuk mengetahui apakah masing-masing calon peserta sudah lengkap sesuasi persyaratannya.

Pada 25 Februari 2013 pengumuman peringkat pemenang, yang kemudian diikuti periode masa sanggah pada 26-27 Februari 2013, dan jawaban masa sanggah pada 4 Maret 2013.

Adapun penetapan pemenang seleksi oleh Menkominfo berikut pengumumannya

dijadwalkan pada 5 Maret 2013, batas pembayaran up front fee (biaya dimuka) dan biaya hak penggunaan (BHP) Izin Penyelenggaraan Seluler Frekuensi Radio (IPSFR) pada 18 Maret 2013, dan ditutup dengan penetapan IPSFR 19 Maret 2013.

Sebelumnya, operator yang menyatakan siap mengikuti seleksi XL, Telkomsel, Axis, dan Tri dua kanal 3G di blok 11 dan 12 frekuensi 2.1 GHz.

Telkomsel ingin mendapat kanal tambahan sejalan dengna jumlah pelanggannya yang sudah mencapai sekitar 120 juta nomor, sedangkan XL ingin lebih menggenjot pelanggan data yang pertumbuhanya sangat tinggi.

Selasa, 12 Februari 2013

Seluruh wilayah RI terjangkau telekomunikasi pada 2014


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI menargetkan seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau sarana telekomunikasi pada 2014.

Dewan Pengawas BP3TKI Kemkominfo RI, Ir Fatimah Dahlan di Nunukan, Kamis, mengatakan, untuk wilayah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia sarana prasarana yang akan dibangun akan berbeda dengan wilayah yang bukan perbatasan.

Sebagaimana diketahui bahwa, jaringan telekomunikasi Malaysia sangat mengganggu sistem jaringan di wilayah itu akibat kuatnya jaringan di negara tersebut.

Untuk itu, lanjut Fatimah Dahlan, sistem telekomunikasi yang akan dibangun di Kabupaten Nunukan berupa mobil pusat layanan internet kecamatan (M-PLIK) diharapkan dapat bersaing dengan sistem jaringan dari Malaysia tersebut.

Ia menambahkan, Kabupaten Nunukan sebagai salah wilayah perbatasan dengan negara lainnya akan diberikan fasilitas spesifikasi khusus.

"Jadi untuk Kabupaten Nunukan akan diberikan M-PLIK spesifikasi khusus supaya bisa bersaing dengan negara tetangga Malaysia," ujarnya.

M-PLIk yang akan dibangun di wilayah itu, berupa Base Transceiver Station (BTS) yang bisa menjaring informasi lebih kuat sehingga sistem jaringan telekomunikasi dari Malaysia tidak mengganggu lagi.

Rencana pembangunan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Nunukan ini, Fatimah Dahlan berjanji seluruhnya telah rampung paling lambat 2014.

Menurutnya, proses permulaan pembangunan sudah mulai berjalan tetapi mengingat Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan sehingga membutuhkan persiapan yang lebih matang.

"Kalau di Sulawesi sudah mulai berjalan," jelasnya.

Untuk wilayah Pulau Kalimantan sendiri, lanjut dia, pekerjaan pembangunan jaringan atau akses telekomunikasi ini dipihakketigakan kepada PT Telkomsel.

Masalah lokasi pembangunan akses jaringan telekomunikasi yang akan dibangun di Kabupaten Nunukan, titik koordinatnya sudah ditentukan, tegasnya.

Fatimah Dahlan menyatakan, kekuatan masing-masing BTS untuk wilayah perbatasan ini berbeda-beda tergantung letak geografisnya misalnya BTS yang dibangun di perbatasan Papua dengan Papua Nugini tentunya berbeda dengan BTS yang akan dibangun di perbatasan Kalimantan dengan Malaysia.

Senin, 11 Februari 2013

Telkom Bidik Pasar Telekomunikasi di Lima Negara Asia

 
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk berencana memperluas industri telekomunikasi di lima negara Asia pada tahun ini, antara lain Taiwan, Korea Selatan, Saudi Arabia, Myanmar, dan Macau.
Direktur Enterprise dan Wholesale PT Telkom Tbk Muhammad Awaluddin menyatakan perseroan mengikuti proses pelaksanaan tender penyelenggaran bisnis seluler di Myanmar.

"Kita ikuti semua proses tender. Konsep bisnisnya hampir sama seperti di Timor Leste ," katanya di Jakarta, Senin (11/2).

Awaluddin mengatakan PT Telkom Tbk menyatakan kesiapan untuk melakukan ekspansi bidang telekomunikasi di Asia. "Target tahun ini 10 negara, ini sebagai bagian dari program perseroan," ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, PT Telkom Tbk mempertimbangkan regulasi di setiap negara untuk melaksanakan perluasan bisnis. "Untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi ke sejumlah negara bergantung pada tiga aspek, antara lain pasar, regulasi, dan teknologi. Ketiga aspek tersebut menjadi syarat utama yang harus berjalan secara bersamaan," ungkapnya.

Menurut Awaluddin, PT Telkom sebelumnya melaksanakan ekspansi di negara-negara Asia, antara lain Timor Leste, Malaysia, Singapura, Australia, dan Hong Kong.

"Di Timor Leste, PT Telkom sebagai operator, Hong Kong untuk Mobile Virtual Network Operator (MVNO), dan Australia untuk Contact Center. Sedangkan di Singapura sebagai Business Solution, Malaysia untuk data centre," jelasnya.

Ia menambahkan PT Telkom menargetkan pendapatan sebesar Rp80 triliun pada tahun ini.

Minggu, 10 Februari 2013

Gerus Industri Telekomunikasi, Kasus Indosat-IM2 Salah Tafsir


Ilustrasi. (Foto: okezone)Permasalahan yang terjadi pada Indosat-IM2 dinilai tidak ada pelanggaran. Adapun kasus yang terus bergulir ini dinilai karena kesalahan tafsir dan pemahaman teknis dan teknologi dari para penegak hukum.

"Sejatinya pihak Indosat dan IM2 dalam melakukan kerjasama sudah sejalan dengan peraturan pemerintah. Tidak ada penggunaan jaringan frekuensi radio 2,1 Ghz oleh IM2. Di mana IM2 yang memiliki izin ISP dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, adalah penyelenggara jasa internet, yang dalam melayani kebutuhan pelanggan untuk akses internet bergerak, IM2 menggunakan jaringan bergerak seluler 3G milik Indosat," ujar Direktur Eksekutif Mastel Eddy Thoyib, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (10/2/2013).

Oleh karena itu, sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam kelompok Sahabat Peradilan (Amicus Curiae) melayangkan surat kepada Ketua dan anggota Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait kasus IM2, pada Kamis 7 Februari kemarin. Sahabat Peradilan mencoba berbagi pemikirannya atas kasus yang menimpa mantan Direktur Utama IM2 Indar Atmanto.

"Kelompok ini berpendapat kasus IM2 tergolong unik dan baru pertama kali berada di meja hijau Tipikor, sehingga membutuhkan pemahaman teknis atas kasus yang ditangani Tipikor," tambahnya.

Dalam suratnya, mereka menyampaikan sejumlah poin, yang lebih menekankan kepada penjelasan akademis mengenai pengertian jaringan telekomunikasi dan frekuensi, prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, ditinjau dari aspek teknologi telekomunikasi maupun aspek-aspek hukum penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, agar menjadi lebih jelas dan mudah difahami sebagai upaya untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam memahami, menerima keterangan atau input.

Kemudian mengungkapkan fakta-fakta yang ada, memberikan penjelasan dan kejelasan teknis atas penyelenggaraan telekomunikasi dan peraturan perundang-undangan serta kebijakan yang berlaku dalam penyelenggaraan telekomunikasi baik penyelenggaraan jaringan maupun jasa telekomunikasi yang selamat ini menjadi acuan para penyelenggara telekomunikasi.

"Sehingga Majelis Hakim dapat memutuskan perkara ini dengan arif dan bijaksana," lanjutnya.

Adapun tokoh yang tergabung dalam Sahabat Peradilan di antaranya: Kusmayanto Kadiman (mantan Rektor ITB dan Mantan Menristek RI), Sofyan Djalil (mantan Menkominfo 2004-2007), Tantowi Yahya (Anggota Komisi I DPR), Hayono Isman (Anggota Komisi I DPR RI/Ketua Kerjasama Antar Parlemen), Taufiqurrahman Ruki (Mantan Ketua KPK), Erry Riana Hardjapamekas (Mantan Wakil Ketua KPK), Chandra M Hamzah (Mantan Wakil Ketua KPK), Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), dan Ilham Habiebie (Chairman IGDD).

Selanjutnya, Setyanto P Santosa (Ketua Mastel), Eddy Thoyib (Direktur Eksekutif Mastel), Semmy Pangerapan (Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia/APJII), Nonot Harsono (Akademisi dan pakar telekomunikasi), Gunawan Wibisono (Pakar Telekomunikasi UI), Heru Sutadi (Pakar Telematika/Mantan Anggota BRTI), Yenny Abdurahman Wahid (Tokoh Perempuan), dan masih banyak lagi.

Di sisi lain, Pakar Hukum Universitas Indonesia (UI) Achyar Salmi menyatakan bila Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan permohonan penundaan pelaksanaan keputusan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas polemik IM2. Namun demikian, penundaan ini melemahkan posisi jaksa.

"Dengan penundaan berlakunya laporan BPKP, posisi jaksa menjadi lemah," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, lemahnya posisi jaksa dalam persidangan tipikor dugaan penyalahgunaan frekuensi oleh IM2-Indosat karena Majelis Hakim PTUN menyatakan tidak bisa menggunakan laporan audit BPKP sebagai satu-satunya bukti kerugian negara.

Jumat, 08 Februari 2013

Prediksi Industri Telekomunikasi Indonesia 2013

Berbagai macam jenis ponsel cerdas semakin murah dan tingginya tingkat adopsi jejaring sosial ke dalamnya mendorong pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia.

Namun, meningkatnya pertumbuhan tersebut memerlukan berbagai upaya. Perbaikan infrastruktur dan layanan data mobile yang lebih baik merupakan upaya yang harus dilakukan, walaupun menjadikan pelaku industri telekomunikasi mengeluarkan biaya lebih besar.


"Seiring kondisi pasar yang semakin kompetitif, para pelaku industri telekomunikasi Indonesia perlu bertransformasi sebagai upaya untuk mempertahankan pertumbuhan. Oleh karena itu, layanan data mobile mulai menjadi sumber pertumbuhan pendapatan yang penting bagi para operator Indonesia," jelas Dev Yusmananda, Head of Consulting ICT Consulting Indonesia, Frost & Sullivan pada Frost & Sullivan - Mastel Media Briefing Prediksi Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) Indonesia 2013 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (06/02).


Industri telekomunikasi di Indonesia saat ini perlu mengikuti tren "mobile monetization", yaitu dengan melihat kebutuhan pasar akan mobile data dan menjadikannya sebagai motivasi pengembangan layanan.


"Terdapat empat sumber pendapatan di luar segmen komunikasi data adalah mobilisasi (tren dimana perangkat, piranti lunak dan layanan teknologi mulai mengadaptasi dan menggabungkan fitur-fitur dan kemampuan yang dimiliki ponsel cerdas), mobile payment, mobile e-commerce, dan mobile advertising," tambah Dev.


Menurut data Frost & Sullivan, pengaksesan internet melalui mobile data service akan terus bertambah melihat harga layanan data mobile yang semakin murah.


Selain itu, peningkatan perangkat internet wireless murah menjadi pendorong meningkatnya pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia. Menurut prediksi Frost & Sullivan, pada 2013 pertumbuhan wireless dongle (wireless internet device berbentuk seperti flashdisk) akan tumbuh sebesar 47,5% CAGR (Compound Annual Growth Rate), ponsel cerdas sekitar 16,1% CAGR dan tablet mencapai 11,6% CAGR.


Pertumbuhan wireless dongle yang lebih besar dibanding tablet disebabkan harga untuk mendapatkan wireless dongle jauh lebih murah dengan tablet, dimana penggunaannya sama dalam mengakses mobile data.


Kamis, 07 Februari 2013

Telkomsel Palembang raih sertifikat internasional ISO 9001:2008

Telkomsel Palembang raih sertifikat internasional ISO 9001:2008
Sebagai bukti adanya peningkatan layanan, Telkomsel giat melakukan standarisasi di semua sektornya. Setidaknya hal ini terlihat dari Telkomsel Palembang yang telah menerima sertifikat internasional ISO 9001:2008.
Seperti yang dilansir oleh Antara (6/2), sertifikat ini dikeluarkan sendiri oleh lembaga standarisasi internasional, TUV NORD. Dengan begitu, Telkomsel Palembang telah membuat satu tolak ukur baru pelayanan perusahaan tersebut terutama yang ada di wilayah Palembang.
Selain itu, dengan diraihnya sertifikat ini merupakan bukti bahwa Telkomsel memang berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang cepat, handal, akurat dan nyaman kepada seluruh pelanggan. Hal ini tentunya akan semakin meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap layanan yang telah diberikan oleh Telkomsel.
Sertifikat ISO 9001:2008 ini sendiri bukan yang pertama kali diterima oleh Telkomsel. Sebelumnya, sudah ada 11 dari 34 perwakilan Telkomsel di provinsi di Indonesia yang telah menerima sertifikat ini. Adapun beberapa cabang tersebut di antaranya adalah Jakarta, Surabaya, Bandung, Bogor dan Denpasar.
Head of Service Management Sumbagsel Department Telkomsel, TS Parlindungan, menyatakan bahwa butuh usaha yang panjang dalam memperoleh sertifikat ini. Pihaknya sudah mempersiapkan diri selama enam bulan sebelum akhirnya dinyatakan lolos audit dan berhak menerima sertifikat itu.

Rabu, 06 Februari 2013

Telekomunikasi-Indosat Memodernisasi Jaringan dengan 1.000 BTS

Director & Chief Technology Officer Indosat Hans Moritz (kanan) dan Director & Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer (kiri) melihat monitor untuk memantau kesiapan jaringan saat peluncuran Program Modernisasi Jaringan Indosat di Gedung Indosat, Jakarta, tadi malam. Program ini akan mengoperasikan base transceiver station (BTS) khusus dengan teknologi terkini dan hemat energi.
JAKARTA – Operator telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) memodernisasi jaringan dengan teknologi terkini, di antaranya lewat 1.000 base transceiver station (BTS) generasi baru yang hemat energi.

Modernisasi jaringan akan meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menikmati layanan suara, SMS, dan data kecepatan tinggi (broadband). Director & Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer mengatakan, program modernisasi jaringan merupakan implementasi kesiapan jaringan Indosat menggunakan teknologi 3G 900 dan LTE menuju 4G.

Dalam program ini, penempatan peralatan pemancar radio di tiang menara (atas) memberikan sinyal yang lebih kuat dan coveragelebih luas. “Saat ini sudah lebih dari 1.000 BTS dipasang di wilayah Jabotabek dan akan dikembangkan di kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa dan Bali secara bertahap,”ujar Erik dalam acara inaugurasi kehadiran 1.000 BTS baru di Gedung Indosat, Jakarta,tadi malam.

Dia menjelaskan, modernisasi jaringan menjadi fokus Indosat tahun ini sebagai bagian dari inisiatif untuk menjadi pemimpin layanan data sekaligus memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan melalui peningkatan kualitas, kapasitas, dan cakupan jaringan yang lebih luas.Terkait ini,perseroan juga menggenjot jaringan secara berkesinambungan.

Pada Agustus 2012, Indosat telah meluncurkan jaringan telekomunikasi teknologi 3G 900 di Sumatera Barat. Hal tersebut mendorong Indosat menjadi pelopor provider yang menggunakan teknologi ini dan menawarkan layanan broadband Indosat Super3G+. Director & CTO Indosat Hans Moritz menambahkan, perseroan melakukan modernisasi jaringan dengan mengganti perangkat lama ke perangkat yang baru.“Kita sudah mengganti 1.000 perangkat baru di Jakarta, selanjutnya akan menyusul kota-kota besar di Indonesia,” katanya.

Sebagai perincian, setelah Jakarta akan berlanjut ke Bali, Lampung, Bodetabek, Surabaya, Yogyakarta,dan Semarang. “Kami berharap dengan modernisasi ini kami bisa bersaing dengan jaringan telekomunikasi di luar negeri, bahkan tidak kalah dengan negara mana pun. Lebih dari itu diharapkan komunikasi lebih lancar sehingga pelanggan pun puas,”katanya.

Inaugurasi kehadiran 1.000 BTS baru berlangsung meriah dengan kehadiran Miss Universe 2012 Olivia Culpo dan Putri Indonesia 2013 Whulandary Herman Putri. Erik Meijer mengungkapkan, kemitraan Indosat dengan Miss Universe 2013 didasarkan pada keinginan untuk menghargai teknologi sebagaimana menghargai manusia. “Selama ini teknologi terlihat lebih abstrak, tapi di sini saya menekankan teknologi itu indah sehingga memperkenalkanyangindah- indah,”katadia.

Selasa, 05 Februari 2013

XL Axiata siap menjual 8.000 menara

JAKARTA. PT XL Axiata Tbk berencana menjual sebagian besar menara telekomunikasi yang mereka miliki. Emiten berkode saham EXCL ini akan menjual 8.000 menara dengan nilai mencapai sekitar Rp 14 triliun.
EXCL, saat ini, menguasai 10.000 menara. Jika rencana penjualan aset itu terwujud, EXCL nanti tinggal memiliki 2.000 menara.
Direktur Utama EXCL Hasnul Suhaimi menjelaskan, perusahaannya berencana menyewa kembali menara tersebut setelah dijual kepada pihak lain. Tujuan penjualan adalah menekan biaya operasional dan pemeliharaan menara. "Daripada kami mengurusi menara, tapi biayanya besar, lebih baik kami jual saja," ungkap Hasnul, akhir pekan lalu.
Untuk menyewa satu menara, menurut Hasnul, EXCL hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 11 juta hingga Rp 15 juta per tahun. Biasanya kontrak dibuat untuk jangka waktu 10 tahun. Jadi, dalam satu tahun, emiten ini mengeluarkan biaya sekitar Rp 120 miliar untuk menyewa sekitar 8.000 menara.
Mengacu ke laporan keuangan 30 Juni 2012, EXCL memiliki beban sekitar Rp 392,61 miliar untuk perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jaringan. Ada pula beban senilai Rp 14,27 miliar untuk perbaikan dan pemeliharaan bukan infrastruktur jaringan.
Perusahaan ini juga perlu menjual menara telekomunikasi karena ingin fokus ke bisnis inti. Oleh karena itu, Hasnul menyatakan, menara tersebut lebih baik dijual kepada pihak lain yang lebih ahli sehingga kualitas pelayanannya juga bisa meningkat.
Namun demikian, manajemen EXCL tidak mematok target waktu penjualan menara tersebut. EXCL akan melepas menara kepada investor jika harganya cocok.
Sebelumnya, tiga emiten yang bergerak di bisnis penyedia menara dikabarkan mengincar menara milik EXCL. Ketiga perusahaan itu adalah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Sebagai gambaran, pada 2008 silam, EXCL juga pernah berkeinginan menjual menara miliknya tetapi tersandung krisis ekonomi global yang menghantam nilai tukar rupiah dan kemampuan membeli perusahaan penawar. Kala itu, Moratel telah keluar menjadi pemenang untuk aset yang ditawarkan.
Pengamat pasar modal Jimmy Dimas Wahyu mengatakan, penjualan menara akan berdampak positif bagi kinerja EXCL. Selain bisa menekan biaya pemeliharaan, manajemen EXCL akan mendapatkan tambahan dana dari hasil penjualan menara tersebut. "Di samping itu, penjualan ini bisa saja digunakan untuk persiapan masuk 4G (generasi keempat)," ujar dia.
Langkah EXCL juga akan membawa sentimen positif bagi pergerakan saham emiten ini. Investor diperkirakan akan masuk karena kinerja EXCL semakin kuat.
Di sisi lain, pemain sektor telekomunikasi, termasuk EXCL, hingga akhir tahun akan terbantu oleh lonjakan trafik telekomunikasi semasa liburan dan juga kemungkinan adanya aksi window dressing. "Selama harganya di atas Rp 6.500 per saham, EXCL masih uptrend, tutur Jimmy.
Harga saham EXCL pada perdagangan Jumat (28/9) pekan lalu menguat 0,76% menjadi Rp 6.650 per saham.