Senin, 29 Juli 2013

Ketika Kartu Lebaran Berubah Menjadi Instant Messenger

detail berita 
Tradisi berkirim ucapan Lebaran bagi masyarakat Indonesia rupanya belum hilang hingga saat ini. Namun, bila dahulu orang berbondong-bondong memadati kantor pos untuk mengirim kartu ucapan selamat sebelum lebaran tiba. Kini, tradisi itu perlahan mulai ditinggalkan.

Media penyampaian ucapan lebaran terus berevolusi seiring berkembangnya teknologi mulai dari kartu lebaran, berubah ke SMS (Short Message Service), dan saat ini menjadi via instant messenger.

Hal tersebut didapat berdasarkan data yang diungkapkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bahwa pesan yang dikirimkan pada saat Lebaran melonjak tinggi.

Pesan yang dikirimkan pada saat Lebaran melalui layanan chat messenger seperti BlackBerry Messenger (BBM), WhatsApp Messenger, Line, Tango, Kakao Talk meningkat sampai 360 persen dari pengiriman pesan di hari-hari biasa.

Atau diperkirakan ada 180 juta pesan yang berseliweran mulai H-1 hingga H+1 lebaran. Hal ini diperkirakan karena meningkatnya pengguna smartphone seperti BlackBerry dan Android di Indonesia.

Sementara itu untuk layanan sms, sepertinya perlahan-lahan mulai ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini berdasarkan menurunnya layanan pesan sms hingga sekitar 21 persen dari Lebaran 2012, dan turun 2 persen di hari-hari biasa, terhitung sejak Januari sampai dengan Juli 2013. Pada lebaran tahun 2012, pada hari H Lebaran tercatat sekitar 4 miliar pesan sms saling kirim.

Sedangkan untuk komunikasi data penggunaan internet, seperti aktivitas jejaring sosial misalnya, akan mengalami peningkatan sekitar 26 persen sampai 65 persen. Atau meningkat sekitar 238 terrabyte dibandingkan hari-hari di luar Lebaran.

Jumat, 26 Juli 2013

Kemenkominfo Resmi Restui Konsolidasi XL-Axis

detail berita
Rencana PT XL Axiata (XL) mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia (Axis), akhirnya mendapatkan titik terang. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menerbitkan surat persetujuan prinsip untuk mendukung rencana XL mengakuisisi Axis.

"Kami sudah mendapatkan surat persetujuan prinsip dari Kemenkominfo yang mendukung rencana XL mengakuisisi Axis. Konsolidasi industri ini diharapkan bisa memberikan dampak yang baik," tutur Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi.

Setelah izin prinsip keluar, kata Hasnul, masih banyak tahap yang harus dilalui sebelum konsolidasi dua perusahaan tercapai, seperti negosiasi nilai akuisisi, pengajuan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Untuk negosiasi soal nilai akuisisi saat ini masih berlangsung dan belum mencapai kata sepakat. Sayangnya, Hasnul enggan mengungkapkan nilai akuisisi yang ditawarkan XL untuk Axis.

Melalui akuisisi ini, XL sekaligus ingin menguasai berbagai hal yang dimiliki Axis termasuk brand, karyawan, pelanggan, dan frekuensi. "Setelah semua tahap akuisisi dilewati, nanti diharapkan kedua perusahaan akan merger menjadi satu perusahaan," jelasnya.

XL menegaskan jika akuisisi telah terealisasi, pihaknya akan mengikuti semua peraturan dari pemerintah, termasuk soal pengelolaan frekuensi yang saat ini dimiliki Axis.

Namun Hasnul berharap, pihaknya nanti bisa mendapatkan semua frekuensi yang saat ini dimiliki Axis jika sudah kosolidasi. "Karena pelanggan kami butuh frekuensi dan investasi juga banyak mengeluarkan anggaran. Jadi kita ya maunya semuanya," ungkapnya.

Di sisi lain, sebelumnya Saudi Telecom Company (STC), selaku pemilik saham mayoritas Axis, telah mengumumkan akan menjual anak usahanya tersebut. STC memiliki saham langsung di Axis sebesar 80,1 persen dan tak langsung 3,725 persen. STC grup dilaporkan telah mengumumkan penjualan asetnya di Axis pada 30 Juni lalu.

Kamis, 25 Juli 2013

Kecepatan Jaringan Internet di Era Aktivitas Digital


detail berita
KAUM muda selalu identik dengan terobosan atau inovasi baru. Dapat berupa hal yang bersifat modernitas maupun aktivitas yang membawa perubahan. Salah satu sarana pendukung yang dapat diandalkan untuk kegiatan ini adalah teknologi, lebih fokus pada telefon seluler pintar atau smartphone.

Apalagi, kecanggihan yang dibawa gadget ini telah dapat menembus jarak dan suasana yang terkadang menjadi kekurangan, seperti dengan menjelajah di dunia maya melalui jaringan internet.

Salah satu aktivitas yang biasa dilakukan sebagian besar orang, terutama kawula muda, saat berselancar menggunakan internet adalah berinteraksi bersama berbagai kalangan.

Mulai teman terdekat yang selalu bertemu dikarenakan lingkungannya berada di sekitar, hingga sahabat yang lokasinya berjauhan atau bisa dikatakan terpisah ruang dan waktu.

Apabila dirunut secara nalar, kegiatan bersosialisasi seperti tersebut memang sulit dilakukan. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi yang terjaring internet, semua itu menjadi mungkin.

Dimungkinkan karena cakupan jaringan internet nirkabel yang terhubung dapat melengkapi hingga setiap perangkat teknologi canggih yang kini banyak dimiliki generasi muda connected Tanah Air, dalam hal ini smartphone dan gadget lainnya.

Posisi IndonesiaKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), melalui situs resminya mengumumkan posisi Indonesia yang menduduki posisi ketika tertinggi di dunia sebagai negara pengguna perangkat mobile, salah satunya smartphone, dengan torehan 48 persen, disusul Thailand dan Singapura.

Kemudian dari segi usia, semakin banyak pengguna internet dari kalangan anak muda. Rentang usianya berada di 15-20 tahun, dan diprediksi pada 10-14 tahun mendatang akan terus meningkat.

Kemajuan pesat penggunaan smartphone di kalangan muda seperti itu juga tentunya berdampak dari maraknya layanan media sosial yang banyak berasal dan populer di mancanegara. Sebut saja, Youtube, Facebook, Twitter, dan Google+. Bahkan kini setiap smartphone, yang pada 2015 jumlah penggunanya di Indonesia diprediksi mencapai 18 juta jiwa, ketika dirilis pasti dilengkapi aplikasi salah satu jejaring sosial tersebut.

Sebagai contoh pada media berbagi video Youtube. Situs yang didirikan oleh tiga mantan karyawan PayPal: Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim, pada 14 Februari 2005, menjelma menjadi media sosial yang paling dominan serta populer di kalangan muda dunia karena kemudahan dalam mengaksesnya. Bahkan karena sangat digandrungi, Youtube mencatatkan rekor dengan total durasi unggahan video selama 20 jam dan 6 miliar pengunjung setiap harinya.

Dukungan smartphone yang kini minimal dilengkapi spesifikasi prosesor dual-core, RAM 1GB, sistem operasi Android, dan jaringan 3G, turut memberi kemudahan para penikmat dunia maya untuk melakukan berbagai aktivitas digital, termasuk mengunggah dan mengunduh video di situs seperti di Youtube tersebut. Jadi, pengguna smartphone cukup mengunggah karyanya itu melalui kemodernan yang kini sudah tersedia di genggaman.

Kaum muda connected yang kreatif dan penuh imajinasi adalah salah satu yang dinilai cukup banyak dalam mengunggah serta mengunduh video atau data lainnya tersebut. Mudahnya membuat video, cukup merekam menggunakan smartphone, baik berupa karya hiburan, berita, maupun yang bernuansa pendidikan, dapat dengan praktis diunggah ke media sosial yang menyertakan layanan tampilan video.

Karena itu pula, berbagai operator telepon seluler di Indonesia yang berjumlah 10 buah dan menaungi jaringan internet para pengguna smartphone berlomba-lomba memberikan layanan terbaik. Di antara banyaknya operator ponsel pemberi layanan jaringan itu, menurut pengamatan singkat yang dipaparkan di sejumlah media, Telkomsel masih merajai.

Ditambah, provider kebanggaan Tanah Air dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 125 juta ini baru saja meluncurkan program Walk with Simpati yang mewadahi para pelanggannya yang berjiwa muda connected dalam menyalurkan segala kegiatan yang berbau digital activity

Rabu, 24 Juli 2013

Info Layanan Telekomunikasi Jelang Lebaran 2013


detail beritaKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkap layanan telekomunikasi jelang lebaran 2013. Seluruh mitra Kementerian Kominfo telah melakukan berbagai persiapan terkait dengan peningkatan kualitas layanan yang harus dilakukan.

Dalam siaran pers , beberapa poin utama yang dipaparkan Kominfo antara lain, akan digelar secara resmi konvoi rombongan kendaraan dari BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) dan 9 penyelenggara telekomunikasi (Telkom, Telkomsel, XL Axiata, Axis Telekom, Bakrie Telecom, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, Smart Telekom, Smart Fren, dan Hutchison 3 Indonesia).

Mereka yang akan melakukan test drive atau pengecekan kualitas layanan telekomunikasi ke sejumlah rute tertentu yang diperkirakan akan sangat padat arus mudik saat suasana Lebaran, yaitu ke area Merak dan Bakauhuni, Cirebon, Tasikmalaya serta dari Semarang ke arah Solo dan terus menuju Surabaya. Pengujian tersebut sengaja dilakukan beberapa hari sebelum Lebaran, karena dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan panggilan telefon (dan sebaliknya juga kemungkinan dropped call), blocked call dan rata-rata lamanya pengiriman SMS serta komunikasi data lainnya.

Pengecekan juga dilakukan untuk wilayah Sumatera, Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur mengingat tingkat pergerakan masyarakat untuk mudik juga cukup tinggi. Tujuan utama test drive tersebut adalah untuk mengetahui kesiapan para penyelenggara telekomunikasi dalam menghadapi kemungkinan lonjakan trafik penggunaan layanan telekomunikasi di saat suasana Lebaran 2013.

Kominfo juga mengungkap pada saat suasana Lebaran (H-1 hingga H+1) akan terjadi lonjakan trafik layanan telekomunikasi secara umum hingga sekitar 20 persen hingga 37 persen dari hari-hari biasa, atau secara total diperkirakan akan terkirim sebanyak 7 milyar SMS yang saling terkirim di seluruh penyelenggara telekomunikasi di Indonesia pada H-1, H dan H+1.

Pada tahun sebelumnya, rata-rata dalam sau hari di hari H terkirim sebanyak 4 milyar SMS. Lonjakan pengiriman SMS selama 3 hari itu meski tinggi, tetapi faktanya mengalami penurunan hingga sekira 21 persen dibandingkan Lebaran 2012 dan juga turun hingga 2 persen dibandingkan hari-hari biasa di sepanjang Januari sampai dengan Juli 2013.

Layanan pesan tersebut belum termasuk yang dikirimkan melalui layanan MMS, BBM, WhatsApp Messenger, Line, Tango, Kakao Talk dan Email yang cenderung meningkat hingga sebanyak 180 juta layanan pesan atau mengalami kenaikan hingga lebih dari 360 persen dibandingkan hari-hari biasa. Pesan singkat tersebut dikirimkan melalui multi smartphone seperti BlackBerry dan Android.

Untuk layanan suara, diperkirakan secara total akan berlangsung pembicaraan hingga 6.684.000.000 menit dalam 3 hari tersebut pada saat yang bersamaan dari puluhan juta pengguna layanan telekomunikasi, baik untuk berinteraksi saat mudik atau kemacetan arus mudik dan juga saat bersilaturahim atau meningkat sekitar rata-rata 14 persen. Tahun ini diprediksi trafik voice akan lebih tinggi dibandingkan lebaran 2012 dan naik sekira 21 persen dari kondisi normal hari-hari biasa di sepanjang Januari sampai dengan Juli 2013.

Untuk komunikasi data atau penggunaan internet, akan mengalami kenaikan hingga sekitar 238 terabytes atau meningkat sekitar rata-rata 26 persen hingga 65 persen jika dibandingkan kondisi normal. Kominfo mengimbau seluruh penyelenggara telekomunikasi melakukan berbagai upaya persiapan guna mengatisipasinya, di antaranya melalui ketersediaan VLR (Visitor Location Register) atau kecukupan kapasitas daya tampung pelanggan dan quality improvement khususnya di jalur-jalur mudik.

Berdasarkan pengalaman Lebaran 2012, beberapa daerah yang diperkirakan akan meningkat trafik telekomunikasinya adalah di sekitar Jawa Barat,  Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Lampung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Selasa, 23 Juli 2013

300 Menara Telekomunikasi di Bekasi Tak Berizin

detail berita 
Panitia Khusus (Pansus) 37 DPRD Kabupaten Bekasi menemukan 300 menara telekomunikasi dari sebanyak 600 yang ada dalam catatan perizinan yang dianggap bodong atau bermasalah.

Nusih, Ketua Pansus 37 DPRD Kabupaten Bekasi yang menjelaskan, hasil temuan ini berhasil diketahui setelah pihaknya melakukan penelusuran dan pendataan menara telekomunikasi di Kabupaten Bekas.

"Dari sana kami menemukan tiga menara telekomunikasi yang bermasalah di Desa Wangunharja, Cikarang Utara. Dan dari 600 menara yang ada, kami menduga 300 menara telekomunikasi seluruhnya bermasalah dalam hal perizinan," ungkap Nusih, Senin.

Dijelaskan dia, dari 300 menara telekomunikasi bermasalah tersebut, diantaranya ada tiga menara bersama yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bekasi yang tidak digunakan provider (penyedia layanan, red), menara telekomunikasi milik pihak ketiga yang sudah habis izin sewa tanah, dan menara ketiga milik Indosat dan Axis yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Lanjut Nusih, dengan adanya hal ini, kata dia, pihaknya akan merumuskan peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang perizinan, tinggi menara, jarak menara dengan jalan tol, serta membuat zona menara telekomunikasi. Targetnya agar menara yang berada di luar zona akan ditertibkan.

"Menara yang di luar zona akan dibuatkan yang baru, jika tidak maka akan ditertibkan. Perda ini juga akan mengatur seluruhnya tentang menara, sehingga tidak ada lagi aturan yang ditabrak," katanya.

Menurut Nusih, perda yang sedang dibahas tersebut akan berguna dalam penegakkan menara telekomunikasi serta retribusinya.

Jika perda tersebut sudah disahkan dan ditemukan ada menara yang bermasalah, maka langsung ditindak, baik berupa pembongkaran menara maupun memindahkan perangkat telekomunikasi.

"Selama ini sudah ada menara bersama yang disediakan, jadi harus digunakan. Mempermudah perizinan juga akan membantu perusahaan telekomunikasi untuk tertib aturan. Itu inti perda menara telekomunikasi ini," ucapnya.

Minggu, 21 Juli 2013

Huawei: Teknologi 5G Meluncur di 2020

detail berita 
Teknologi 4G belum diserap oleh seluruh negara, tapi hal itu tidak menghentikan Huawei mengembangkan suksesor jaringan tersebut. Bahkan perusahaan telekomunikasi Negeri Tirai Bambu itu menargetkan 5G akan tersedia pada 2020.

Dilansir Tech Radar, kepala pengembangan teknologi 5G Huawei, Tony Wen, menjelaskan bahwa generasi kelima jaringan mobile itu akan memberikan pengalaman koneksi yang cepat. Namun keunggulan 5G itu, kata Wen, tidak akan siap dalam waktu enam tahun mendatang.

Huawei bukan satu-satunya yang sedang mengembangkan teknologi 5G. Nokia, Ericsson, dan Alcatel, juga sedang bekerjasama dalam proyek yang didanai Uni Eropa untuk mengembangkan jaringan mobile terbaru itu.

Namun yang perlu diingat, bukan hanya jaringan yang harus disiapkan, tapi juga handset itu sendiri. Jika 5G sudah diterapkan, maka diprediksi bisa memberikan tekanan kepada manufaktur dan produsen chip handset untuk bisa bersaing di dalam industri.

Jumat, 19 Juli 2013

Alasan XL Kepincut "Caplok" Axis

detail berita 
PT. XL Axiata beberapa pekan lalu masih bungkam untuk mengungkap apakah pihaknya benar akan mengakuisisi Axis. Terkini, informasi kepastian merger tersebut beredar dari pihak Kominfo yang mengonfirmasi dan saat ini tengah dibahas melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Bagaimana XL melihat Axis? Menurut pengamat telekomunikasi, Teguh Prasetya mengatakan, Axis memiliki daya tarik dengan jumlah sekira 50 juta pelanggan. "Axis punya spektrum yang diinginkan XL untuk perluasan network dan pelanggan. Itu aset yang tidak kalah penting," ujar Teguh.

Yang ketiga, lanjut Teguh, brand name Axis ini sudah 3 tahun terakhir bisa bersinergi dengan XL. Sehingga, ini akan melahirkan value added yang bisa diperoleh oleh operator secara keseluruhan.

Keuntungan Axis sendiri, menurutnya, maka network-nya yang ter-coverage akan lebih baik dan bisa semakin luas. "Network-nya coverage (Axis) enggak lagi bolong-bolong. Yang kedua, Axis bisa diposisikan sebagai fighting brand, sementara XL valuable brand," terangnya. Dengan demikian, operator 'warna biru' ini bisa mendapatkan kekuatan atau ujung tombak untuk menggalang customer lebih banyak.

Lebih lanjut Teguh mengatakan, proses merger ini tentu harus didukung penuh oleh pemerintah, dalam hal ini Kominfo, BRTI dan badan yang terkait. "Menteri (tentunya) mendukung industri yang sehat, untuk bisa lebih besar, lebih kuat menjangkau masyarakat lebih banyak," tambahnya.

Teguh mengungkapkan, ada sekira 110 persen penetrasi mobile hingga akhir tahun. Sehingga, ini bisa sebagai tantangan atau challenge untuk bisa menemukan celah-celah baru. "Ada market yang bisa digarap. Kontribusi industri kepada negara tetap bisa dijaga dan tumbuh. Bisa diandalkan, kita enggak mau industri ini runtuh," jelasnya.

Ketika ditanya berapa jumlah operator ideal di Indonesia, ia mengungkap angka tiga sebagai jumlah ideal. Maksimum 3, namun seperti diketahui sudah ada operator yang berbasis grup misalnya Smartfren (Smart dengan Fren), begitu juga nantinya grouping antara XL-Axis. "Saya rasa kembali lagi, ini konsolidasi, gosipnya CDMA menjadi satu. Ini menumbuhkan satu titik kesetaraan baru, untuk para player (operator telekomunikasi)," jelasnya.

Sebagaimana dahulu IM3 dengan Satelindo, menurutnya, merger XL dan Axis bukan suatu hal yang baru. "Yang perlu dicermati, ini bisa meningkatkan value, strong company," tegasnya.

Nasib Pengguna
Mengenai pengguna XL maupun Axis nantinya, menurut Teguh akan kembali lagi ke hasil kebijakan masing-masing perusahaan yang merger. Diharapkan tentunya bisa dipertahankan, karena kedua perusahaan tidak ingin kehilangan pelanggan. "Diharapkan pelanggan semakin kuat dan bertambah, tanpa perlu mengorbankan brand dia yang ada," imbuhnya.

Kamis, 18 Juli 2013

Akuisisi Axis, XL Minta Dukungan Pemerintah

detail berita
PT XL Axiata Tbk. (XL) berencana untuk melakukan konsolidasi dengan salah satu operator telekomunikasi di Indonesia, Axis. Vice President Corporate Communications XL Turina Farouk berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dapat mendukung rencana tersebut.

“Kita saat ini masih dalam tahap konsultasi ke Kominfo perihal rencana konsolidasi. Kami tidak pernah mengatakan akan mengakuisisi salah satu operator itu (Axis). Yang jelas perusaahaan saat ini tengah mempertimbangkan strategi jangka panjang,” kata Turina.

“Kita juga tidak tahu kapan hasil konsultasi dari Kominfo itu keluar,” sambungnya.

Konsolidasi, lanjut Turina, merupakan langkah XL untuk meningkatkan layanan dan memperluas jangkauannya. Dengan mencaplok Axis, operator ‘biru’ itu bisa memperoleh spektrum tambahan untuk mencapai  target tersebut.

Nah, jika rencana XL berjalan mulus, maka perusahaan akan memperoleh dua frekuensi tambahan milik Axis di spektrum 1.800 MHz dan 2.100 MHz. Ini akan menambah frekuensi yang sudah dimiliki XL di spektrum 900 MHz, 2.100MHz, dan MHz. Frekuensi itu digunakan baik untuk 3G maupun 3G.

Untuk urusan jumlah pelanggan, Telkomsel menjadi operator dengan jumlah pelanggan terbanyak yakni sebesar 122,2 juta pelanggan per Juni 2013, sementara berdasarkan laporan kuartal satu 2013 Indosat mencatatkan 55,9 juta pelanggan, XL 49,1 juta, dan Axis 17 juta pelanggan.

“Konsolidasi juga merupakan salah satu tujuan Kominfo untuk menciptakan layanan telekomunikasi yang berkualitas. Oleh sebab itu, kami juga memerlukan dukungan pemerintah,” harap Turina.

Dibahas di BRTI
Sebelumnya, Techno Okezone mewartakan bahwa isu perihal akuisisi dua operator telekomunikasi ini sudah dibahas di Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Kepala Humas Kominfo Gatot S. Dewa Broto menuturkan kala itu, secara prinsip tidak ada permasalahan.

"Tapi pembahasan di BRTI belum selesai. Yang agak lama ini pembahasan mengenai sumber daya spektrum frekuensi, bagaimana pembagian mereka. Apakah blok-blok itu jadi satu. Kalau terang-terangan blok-blok (frekuensi) jadi satu itu sama saja monopoli," jelasnya.

Gatot berharap baik XL dan Axis tidak melakukan monopoli blok spektrum frekuensi. "Saya yakin mereka tidak akan melakukan itu. Mereka akan separate," ungkapnya. 

Selasa, 16 Juli 2013

Bali Akan Jadi Pusat Uji Aplikasi BlackBerry

detail berita 
Kendati belum ada pertanda akan menempatkan data center di Indonesia, tapi BlackBerry berusaha membuktikan Indonesia sebagai salah satu pasar penting. Vendor asal Kanada itu mengungkapkan bahwa 85 persen aplikasi BlackBerry diuji dan dinilai di kantor perusahaan yang terletak di Bali, Indonesia.

BlackBerry pun berencana memperkuat kantor di Bali itu termasuk menambah jumlah karyawan. Ekspansi kantor BlackBerry itu akan selesai bersamaan dengan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Coorporation (APEC) pada Oktober mendatang.

"Kami melakukan ekspansi kantor di Bali dan akan selesai saat APEC Oktober nanti," kata Director Government Relations Indonesia PT. Research In Motion Indonesia (BlackBerry), Kusuma Lienandjaja, di dela-sela acara Diskusi LTE Indonesia: Teknologi, Regulasi, Ekspansi & Aplikasi di Hotel Borobudur, Jakarta.

"Bali merupakan basis kedua developer aplikasi kami, dimana 85 aplikasi BlackBerry diuji dan dinilai disana,"  lanjutnya.

Kantor BlackBerry di Bali, sekaligus menandai kuatnya hubungan BlackBerry dengan developer lokal. Awal bulan ini, misalnya, perusahaan menggelar BlackBerry Jam Camp 2013 pertama di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tujuan BlackBerry Jam Camp ini ialah untuk mendapatkan talenta berbakat dan ide-ide segar dalam pengembangan aplikasi BlackBerry. "Indonesia merupakan salah satu pasar yang menjadi fokus kami. Karena itu, untuk mendukung developer lokal kami menggelar BlackBerry Jam Camp 2013 pertama di Indonesia," ungkap Kusuma.

Lebih lanjut, Kusuma mengungkapkan bahwa dari segi pengguna, Indonesia lebih mendominasi dibandingkan pasar India dan China. "Di wilayah ini, Indonesia merupakan pasar utama dan yang paling besar, karena itu kami memberikan berbagai komponen pendukung untuk Indonesia, salah satunya dengan menggelar BlackBerry Jam Camp itu di sini," pungkasnya.

Minggu, 14 Juli 2013

Pendiri Android: Nggak Masalah OS Android Banyak 'Rasa'


detail berita 
Salah satu pendiri Android Rich Miner menyinggung perdebatan soal mengapa sistem operasi mobile milik Google itu terfragmentasi dengan berbagai versi atau rasa. Menurutnya, itu bukanlah masalah besar.

Google Android begitu beragam, tak dipungkiri makin anyar OS-nya membuat handset semakin bergengsi dan menjadi pertimbangan banyak konsumen dalam membeli smartphone.

Akan tetapi, lebih dari 34 persen pengguna Android menggunakan rasa Andoid yang telah berumur hampir tiga tahun, Gingerbread 2.3. Miner berkilah, banyak orang tidak peduli untuk memiliki OS terbaru. Demikian disadur dari TechRadar, Senin (15/7/2013).

Berbicara dalam Massachusetts Technology Leadership Council, karyawan Google Venture ini menuturkan bahwa pengguna senang dengan performa handset-nya, terlepas dari versi Android yang digunakan.

"Saya pikir jika Anda bertanya kepada konsumen,'Apakah Anda merasa OS ponsel perlu diperbaharui hari ini?' tapi mereka cukup senang dengan performa yang ada. Jadi saya yakin itu (Android banyak rasa) bukanlah masalah besar," katanya.

Versi baru Android, Jelly Bean 4.2, hanya terpasang di 5,6 persen perangkat Android. Jika dikombinasikan dengan versi 4.1, Jelly Bean mencatatkan 32.3 persen. Kemudian data resmi mengumumkan bahwa 23.3 persen pengguna Android masuk menggunakan versi 4.0 (Ice Cream Sandwich).

Nah, jika menilik Apple iOS, kompetitor Google itu justru mampu mendorong sistem operasi terbarunya ke seluruh iDevice guna memberikan pengalaman yang lebih baik. Bahkan saat pengumuman iOS 7, perusahaan yang ikonik dengan logo buah apel itu mengklaim 93 persen iPhone berjalan pada iOS 6.

Para developer juga mengeluhkan sistem operasi Android yang terfragmentasi. Pasalnya, mereka mengalami kesulitan untuk menghadirkan aplikasi besutannya ke seluruh versi Android. Sementara pengguna Apple dapat dengan mudah dan cepat memperoleh OS terbaru.

Jumat, 12 Juli 2013

Telkomsel Siapkan 'Digital Services' untuk Bisnis Masa Depan



detail berita
Gelaran roadshow bertajuk Sales Digital Services (SDC) merambah kota Makassar, setelah sebelumnya diadakan di Medan dan Bandung. Event yang dihelat Telkomsel ini menyajikan presentasi layanan digital bisnis sekaligus memberi kesempatan kepada para peserta menjajal beragam layanan pada booth-booth mini.

"Telkomsel berusaha mengembangkan potensi revenue di luar tradisi saat ini seperti voice dan SMS. Bisnis Digital Services dinilai punya prospek menjanjikan di masa depan," ungkap Marina Kacaribu, Vice President Digital Lifestyle Group Telkomsel.

Marina menguraikan, Telkomsel mengandalkan aplikasi-aplikasi popular yang sudah ada di market dalam acara ini. Ditambah produk-produk layanan mitra pengembang lain. Di antaranya, digital books dan digital music yang sudah cukup dikenal oleh pelanggan. Serta digital money, games dan entertainment, portal, dan media sosial.

"Melalui konten dan aplikasi digital yang tersedia bisa didapatkan nilai tambah dan kemudahan bagi para pelanggan," sambung Marina.

"Dengan jumlah pasar Indonesia yang cukup besar, proporsi anak muda yang juga besar, digital services menjadi sangat relevan sebagai bisnis masa depan. Bukan hanya untuk operator, melainkan juga untuk para pengembang dan pelaku bisnis di ekosistem digital lain," kata Marina menutup obrolan.

Harris Wijaya, Vice President Sales&Marketing Area Pamasuka menambahkan, Telkomsel tengah melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan melalui modernisasi perangkat dan menggelar 300 broadband city di seluruh Indonesia.

Peningkatan itu dipacu semakin banyaknya varian smartphone, notebook atau tablet dengan harga terjangkau. "Pengguna mobile internet dipastikan akan terus mengalami lonjakan," lanjut Harris.

Kamis, 11 Juli 2013

70% Pengguna Smartphone XL Pakai Aplikasi Chatting



detail beritaPerkembangan smarthphone berimbas pada meningkatnya penggunaan aplikasi, terutama layanan messaging (chatting). Hal ini terbukti berlaku pada operator telekomunikasi PT. XL Axiata Tbk, yang mengklaim 70 persen pengguna smartphone yang menggunakan jaringannya rmerupakan pengguna aplikasi chatting.

PT. XL Axiata Tbk per kuartal satu 2013 tercatat memiliki 49 juta pelanggan dengan 15 persen atau sekira 7,3 juta diantaranya merupakan pengguna smartphone. Dari jumlah itu, sekira 70 persen sudah menggunakan aplikasi chatting. “Bahkan pengguna aplikasi chatting bisa tumbuh hingga 15 persen setiap bulan,” tutur GM Content and Application Strategic Business & Innovation PT. XL Axiata Tbk Revie Sylviana, di Jakarta.

Meningkatnya penggunaan aplikasi chatting, kata Revie, merupakan bukti bahwa perilaku masyarakat sudah mulai berubah dan tidak lagi hanya mengandalkan voice dan SMS. Terlebih lagi, saat ini kemunculan aplikasi chatting semakin menambah pilihan bagi pengguna.

“Pertumbuhan smartphone di Indonesia semakin tinggi, salah satu penyebabnya ya karena aplikasi sosial chatting yang juga semakin marak. Bahkan mayoritas pelanggan kami, masing-masing memiliki dua aplikasi chatting,” kata Revie.

Mengutip data dari Tech In Asia, Revie mengatakan bahwa saat ini pengguna smartphone di Indonesia mencapai 25 juta orang. Namun meski pasar smartphone dan aplikasi chatting kian tumbuh, bukan berarti membunuh layanan SMS.

XL saat ini memiliki sekira 7,3 juta pengguna smartphone dari total 49 juta pelanggan, sehingga jumlah pengguna feature phone masih cukup tinggi dan masih membantu trafik SMS. “Aplikasi chatting di XL tidak menggerus SMS, karena masih ada yang masih bisa digarap. Jadi SMS masih memiliki potensi karena pengguna media sosial itu kan pengguna smartphone, sisanya yang feature phone masih banyak yang belum menggunakan media sosial,” ungkap Revie.

Di sisi lain, pengguna feature phone yang masih besar, sekaligus bisa memberikan peluang bagi XL untuk meningkatkan jumlah pengguna smartphone dari total pelanggannya. Hal ini karena potensi migrasi dari feature phone ke smartphone masih luas. Untuk menyiapkan ledakan pengguna smartphone, XL menjalin banyak kerjasama dengan para pelaku Over The Top (OTT).

Salah satu kerjasama dengan OTT baru saja dilakukan oleh XL ialah dengan meluncukan program paket data gratis untuk pelanggannya yang menggunakan aplikasi messaging WeChat. “Ini adalah salah satu bentuk kerjasamanya. Operator sedang mencari bentuk bagaimana menghasilkan uang dari kerjasama dengan OTT, karena kalau kita tidak bekerjasama maka mereka saja yang akan tumbuh. Sedangkan jika bekerjasama, kita akan saling tumbuh,” pungkasnya.

Selasa, 09 Juli 2013

Pengamat: Mulai Sekarang Pengguna HP Waspadai SMS Spoofing



detail berita
SMS Spoofing, yang pernah diberitakan sebelumnya mengakibatkan Antasari Azhar ditetapkan sebagai tersangka otak pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. SMS Spoofing tidak hanya 'menyerang' kalangan tertentu yang bisa menjadi korban, namun juga setiap pelanggan operator telekomunikasi.

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkap, ada teknologi yang memungkinkan seseorang mengirimkan SMS dari ponsel seseorang tanpa diketahui oleh pemilik nomor tersebut. Teknik mengirimkan SMS dengan mengatasnamakan orang lain ini sering disebut dengan istilah Spoofing atau ada juga yang menyebut teknik shadow.

Siapa pun bisa menjadi korban, asalkan ada niatan si pelaku yang didasari atas sebuah kepentingan. "Yang bahaya sih ke penerimanya. Operator hanya bertanggungjawab untuk pembinaan usernya," ungkap Praktisi IT, Michael S. Sunggiardi.

Ia mengatakan, SMS Spoofing ini hampir serupa dengan SPAM. Hanya saja, diketahui bahwa SPAM merupakan pesan yang dikirimkan secara bertubi-tubi tanpa dikehendaki oleh penerimanya. Sedangkan Spoofing, memungkinkan seseorang untuk memfitnah korban, padahal si korban tidak mengetahui kapan ia mengirimkan pesan singkat tersebut.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, apapun bentuk informasi yang berkaitan dengan pesan yang dikatakan orang lain, maka orang tersebut harus mengonfirmasi lebih lanjut. Misalnya, untuk menghindari dari aksi-aksi penipuan dalam bentuk informasi hadiah uang tunai atau barang atau apapun, menurutnya langkah terbaik yang dilakukan ialah jangan langsung percaya mengenai isi SMS. "Crosscheck ke operator," imbuhnya.

2014, Bye-Bye Windows XP!



detail berita
Berita mengejutkan datang bagi pengguna setia Windows XP. Pasalnya, Microsoft dikabarkan akan menghentikan dukungannya terhadap sistem operasi tersebut tahun depan.

Sehingga, seluruh pengguna Windows XP diharapkan untuk segera ‘migrasi’ ke Windows 7 atau Windows 8. Wakil Presiden dan Direktur Riset di Forrester, Michael Barnes juga membenarkan bahwa Windows XP akan segera bernasib seperti windows 98 yang sudah lebih dulu ‘dipensiunkan’.

“Hal ini dikarenakan Windows 98 dan Windows 2000 sudah tidak lagi kompatibel dengan produk baru yang akan kami hadirkan, tak hanya dari sisi software tetapi juga hardware,” ungkap Barnes, seperti disadur dari Softpedia.

Sekedar informasi, hasil survei yang dirilis oleh Net Applications belum lama ini memaparkan bahwa Windows XP masih menjadi sistem operasi pilihan untuk diinstal ke komputer di seluruh dunia sebesar 37,17 persen.

Sementara itu, raksasa piranti lunak berharap bahwa ‘migrasi’ pengguna Windows XP akan rampung pada 8 April mendatang. Menyusul dengan diperkenalkannya Windows 9 versi beta pada awal 2014.

Kamis, 04 Juli 2013

Kasus Indosat-IM2 bisa nodai bisnis telekomunikasi Indonesia


Kasus Indosat-IM2 bisa nodai bisnis telekomunikasi Indonesia
Kasus perjanjian kerjasama Indosat dengan IM2 yang dinilai mengandung tindak pidana korupsi terus mengundang polemik dari berbagai pihak. Kasus ini saat ini sudah masuk ke ranah hukum dan pengadilan.
Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto Santosa mengatakan tuduhan pelanggaran Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2000 tentang penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit yang dialamatkan kepada IM2 bisa berdampak luas kepada terhentinya seluruh usaha layanan terkait internet di Indonesia. Termasuk pelayanan di bidang konten, manufaktur, perbankan, pemerintahan, warnet serta penunjang TIK lainnya.
"Saat ini terdapat 280 ISP (Internet Services Provider) yang pola kerjasamanya sama dengan yang dilakukan IM2 dengan Indosat," ujar dia kepada wartawan di Jakarta.
Menurut Setyanto, telekomunikasi merupakan salah satu infrastruktur yang tidak pernah menggunakan anggaran belanja negara karena keterbatasan dana milik pemerintah. "Menurut saya kasus ini bermula dari salah paham penegak hukum yang mengatakan bahwa jaringan tidak termasuk frekuensi," tegas dia.
Sementara, Mantan Dirut IM2 Indar Atmanto mengatakan para pelaku sektor komunikasi harus memberikan penjelasan rinci kepada publik mengenai bisnis telekomunikasi sehingga kasus ini tidak terus bergulir dan merugikan pemerintah.
"Untuk itu, saya akan menjelaskan melalui buku yang mengupas tuntas permasalahan kasus ini lengkap dengan peraturan perundang-undangan di bidang telekomunikasi," pungkas dia.