Kamis, 20 Juni 2013

Pelayanan Contact Center Telkom Menuju Kelas Dunia


detail berita
Tele-Account Management (TAM) Telkom berhasil merebut 14 award the Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2013, yang diikuti 294 peserta dari 34 perusahaan se-Indonesia yang memilki layanan contact center.

Dari 14 award yang diraih, terdiri dari Platinum sebanyak 4 orang,  Gold sebanyak 4 orang, Silver sebanyak 3 orang, dan Bronze sebanyak  3 orang. Sedangkan kategori korporat, Telkom berhasil memenangkan  Platinum Award sebagai The Best Operation serta Gold Award dalam The Best Business Contribution.

Raihan ini melengkapi penghargaan yang tak kalah bergengsi sebelumnya pada ajang Contact Center World (CCW) yang diselenggarakan di Singapura (2-8 Juni 2013). CCW adalah sebuah perusahaan  yang berbasis di Ontario, Kanada dengan spesialisasi dalam pemberian rating dan penghargaan pada layanan Contact Center di seluruh dunia.

Pada ajang tersebut, Telkom berhasil meraih penghargaan GOLD Medal in Quality  oleh Yunan Purwandari (TAM Divisi Business Service) melengkapi raihan 1 SILVER Medal dan 2 BRONZE Medal.

“Ini membuktikan bahwa layanan Tele-Account dari Telkom, termasuk kategori kelas dunia. Kami dalam memberikan layanan kepada pelanggan, baik off-line maupun on-line termasuk layanan tele-account ini senantiasa memperhatikan kualitas,” ungkap DEGM Divisi Business Service Telkom, Prasabri Pesti, kepada wartawan di Jakarta.

Telkom sangat konsen dalam mengembangkan para petugas yang bersentuhan langsung kepada pelanggan, termasuk via layanan telepon.

Berbagai upaya dilakukan oleh Telkom dalam rangka menjaga kualitas layanan Tele-Account tersebut, dimulai dari sistem rekrutasi, penyiapan infrastruktur, hingga kegiatan-kegiatan untuk menjaga motivasi petugas TAM.

Jumat, 14 Juni 2013

Industri Kreatif Berbasis TI Tembus Rp3,9 T

Bisnisnya tumbuh 9% dibandingkan periode 2010-2011.

Mari Elka Pangestu saat berkunjung ke kantor VIVAnews
Mari Elka Pangestu saat berkunjung ke kantor VIVAnews.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengungkapkan, berdasarkan estimasi data terakhir pada tahun 2011-2012, nilai dari industri kreatif yang berbasis TI dan piranti lunak mencapai Rp3,9 triliun.

Pertumbuhannya naik sekitar sembilan persen dari tahun sebelumnya. Temuan itu dipaparkan Mari Elka di sela acara pembukaan IDByte 2013, di Jakarta.

Sementara media konten untuk TV dan radio nilainya mencapai Rp7,4 triliun, menyusul industri game interaktif sekitar Rp1,8 triliun. Jika ditotal, jumlahnya mencapai Rp13,2 triliun, dan telah menciptakan lapangan kerja baru untuk 220 ribu orang.

"Itu baru sekedar estimasi. Tapi, kami yakin ada multiplier effect atau dampaknya sektor-sektor lain," tutur Mari Elka Pangestu.

Dia menjelaskan, sekarang sudah banyak perusahaan yang mulai memahami penggunaan media sosial untuk memasarkan produk dan jasanya, selain hanya memasang iklan di TV dan radio.

"Dampak dari sektor-sektor lain sudah mulai terasa dari perkembangan konektivitas digital," ujarnya.

Pemerintah Indonesia juga memproyeksi industri berbasis TI dan peranti lunak akan meningkat di tahun depan, hingga double digit atau 10 persen lebih.

"Berdasarkan survei yang saya baca, penggunaan sosial media di Indonesia terus meningkat, didorong oleh makin banyaknya penduduk Indonesia yang menggunakan mobile phone," ungkap Mari Elka Pangestu.

"Namun, penggunaannya masih hanya sebatas berkomunikasi. Untuk transaksi online atau penggunaan untuk belanja masih sangat kecil," terang Mari Elka.

Kamis, 13 Juni 2013

Gelar Layanan 4G, XL Tinggal Tunggu Aba-aba

XL telah menggandeng Huawei dan Ericsson sebagai mitra.


Booth XLTrafik layanan data yang terus meningkat sepanjang tahun 2013, menuntut peningkatan kualitas jaringan yang lebih baik. Untuk itu, sejak tahun 2011, PT XL Axiata Tbk (XL) melakukan modernisasi jaringan.

Menurut Agus Simorangkir, Vice President Project Management Office, saat ini layanan data menjadi tren layanan seluler.

"Dari data pengguna ponsel di Indonesia, 81 persen penggunakan 2G dan 19 persen pengguna 3G. Memang pengguna masih kecil, tapi pertumbuhannya sangat cepat," kata Agus, di Indonesia Cellular Show 2013.

Dia menjelaskan, tahun lalu, XL memiliki 11.320 BTS di Indonesia dengan komposisi 70 persen untuk 3G dan 30 persen untuk 2G.

"Tahun ini, kami akan melakukan penambahan jumlah BTS sekitar 8.000, yang akan digunakan 50 persen untuk 3G dan 50 persen untuk 2G," ujar Agus.

Dia menambahkan, XL sudah mengganti hampir 5.000 BTS lama dengan yang lebih modern, agar lebih siap dalam menyongsong perkembangan 4G atau LTE di Indonesia.

"Kami sudah bekerja sama dengan Huawei dan Ericsson dalam mempersiapkan jaringan 4G. Jika pemerintah sudah siap, maka kami tinggal memasang modul 4G saja di BTS-BTS," ungkap Agus.

XL Tunai Tab

Tidak hanya jaringan yang dimodernisasi, XL juga telah memperbaharui sejumlah layanannya.

Yessie D Yosetya, Senior General Manager m-Finance XL, mengatakan, XL sudah inovasi pada XL Tunai dengan membuat XL Tunai Tab.

"XL Tunai Tab merupakan sistem dompet elektronik. Para penngguna uang elektronik XL hanya tinggal menempelkan stiker XL Tunai Tab ke mesin pemindai, setelah itu pulsa akan terpotong secara otomatis," jelas Yessie.

Yessie menambahkan, layanan XL Tunai Tab akan digunakan di tempat-tempat lifestyle, karena semua orang-orang yang berada di lingkungan itu sangat membutuhkan pelayanan yang cepat.

"Layanan ini akan bisa digunakan mulai September. Ada sekitar 8.000 resto cepat saji dan mini market ternama di Indonesia siap melayani XL Tunai Tab," pungkas Yessie.

Rabu, 12 Juni 2013

Terungkap, alasan sebenarnya Waze dibeli Google


Terungkap, alasan sebenarnya Waze dibeli Google
Sebelumnya diprediksi pembelian Waze hanyalah agar pesaing Google tak mampu membuat aplikasi pemetaan tandingan Google Maps. Namun, sumber lain malah mengatakan bahwa pembelian ini sebenarnya merupakan upaya Google untuk menggeser Facebook.
Seperti diketahui, Facebook merupakan jejaring sosial yang sangat besar dan bahkan lebih besar dari Google+. Hal ini ditambah lagi posisi Facebook di perangkat mobile yang sangat kuat dengan berbagai produknya.
Bloomberg  pun melansir bahwa sebenarnya Google iri dengan apa yang diraih oleh Facebook ini. Maka, mereka pun membeli Waze yang juga diminati Facebook agar mampu bersaing di dunia platform mobile.
Motif ini memang logis jika dikaitkan dengan jumlah uang yang digelontorkan Google untuk membeli Waze. Diperkirakan, uang senilai USD 1 miliar sudah dikantongi petinggi Waze yang berasal dari Israel ini agar mau dibeli oleh Google.
Dengan jumlah uang sangat besar ini tentunya mustahil jika Google hanya membeli Waze agar tak ada pesaing. Pasti ada maksud terselubung di balik semua ini.
"Ini adalah jumlah uang yang besar, namun di sisi lain ini menandakan Google akan berniat mendorong aplikasi pemetaan lokal yang berbasis perangkat mobile," sebut Ron Josey dari JMP Securities Inc.

Senin, 10 Juni 2013

Operator bersaing jual BlackBerry Q10


 
Operator bersaing jual BlackBerry Q10
Seiring dengan dibukanya pemesanan BlackBerry Q10 oleh operator XL Axiata, maka sudah semua operator mitra BlackBerry yang telah menawarkan pre order ponsel pintar QWERTY tersebut.
PT XL Axiata Tbk (XL) menyatakan pelanggan dapat langsung melakukan preorder mulai tanggal 5 20 Juni 2013 melalui situs www.xl.co.id/blackberryQ10, dan bisa mendapatkan BlackBerry seharga Rp 659 ribu(bundling postpaid).
Direktur Marketing XL, Nicanor V. Santiago III menyatakan kepuasan pelanggan terhadap program bundling XL BlackBerry Z10 beberapa waktu lalu mendorong XL untuk kembali memanjakan pelanggan dengan menghadirkan program bundling XL Blackberry Q10.
Dengan dukungan jaringan HotRod 3G+ layanan internet tercepat di jaringan 3G, XL Axiata berharap kebutuhan masyarakat atas perangkat telekomunikasi terkini dan tercanggih serta layanan data yang berkualitas bisa terpenuhi.
XL memberikan fasilitas biaya cicilan Rp 659 ribu/bulan selama 12 bulan. Preorder BlackBerry Q10 terbatas untuk 500 ponsel BlackBerry, dan mendapatkan cashback Rp 1 juta untuk 200 pelanggan Premium dan XL Star 'terpilih'.
Di pihak lain, harga lebih murah ditawarkan Axis, yang membuka penawaran bagi pemesan BlackBerry-nya seharga Rp 6.699.000 termasuk bonus GRATIS nomor cantik AXIS, sedangkan Indosat memberikan potongan khusus hingga Rp 2 juta bagi pelanggan existing-nya.
Di antara operator mitra BlackBerry tersebut, Tekomsel, memberikan harga paling tinggi. Operator nomor satu di Indonesia itu memberikan harga bagi pelanggan Kartu Halo lama sebesar Rp 7.499.000, sedangkan untuk pelanggan baru mencapai Rp 7.815.000.
Adapun Hutchison Tri, operator yang selama ini juga menjadi mitra BlackBerry 'absen' dari pre order BlackBerry Q10. PIhak BlackBerry Indonesia tak mengungkapkan secara jelas alasan Tri 'absen' dari pre order BlackBerry.
Pihak BlackBerry, dalam hal ini Managing Director BlackBerry Indonesia Maspiyono Handoyo tidak menjelaskan secara jelas dan hanya menyebutkan Tri sementara istirahat dulu.
"Tri masih tetap mendukung kami, tapi dukungan yang diberikan tidak dibatasi waktu atau produk tertentu saja," ujarnya.

Senin, 03 Juni 2013

Foto Huawei Ascend P6 Kembali Beredar


detail berita 
Tersebarnya foto smartphone terbaru yang belum resmi dliluncurkan memang sering terjadi dan menimpa berbagai vendor. Terkini, hal itu terjadi dengan Huawei yang sudah dipastikan akan meluncurkan Ascend P6.

Dilansir dari Softpedia, Selasa (4/6/2013), sebuah foto terbaru Huawei Ascend P6 diklaim telah beredar di internet. Foto yang dipublikasikan @evleaks itu memperlihatkan Ascend P6 dibalut dengan warna putih.
 
Smartphone yang diklaim sebagai salah satu yang tertipis di dunia itu diprediksi akan meluncur dengan ketipisan 6,2mm, prosesor 1.5GHz, dan sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean. Spesifikasi lainnya antara lain memiliki memori internal 8GB dan dilengkapi dengan Emotion UI Huawei.

Kendati Huawei telah memastikan kehadiran Huawei Ascend P6, tapi perusahaan belum membuat pengumuman resmi. Ascend P6 diprediksi akan diresmikan pada 18 Juli mendatang.

Minggu, 02 Juni 2013

Tukang Soto dan Peruntungannya di BTS Telkomsel

detail berita
Pakde Nur (kiri) petugas penjaga BTS Telkomsel 
DI BAWAH terik matahari di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, seorang lelaki paruh bayi asik mengutak-atik peralatannya. Bola matanya tak henti-hentinya melirik ke atas, kanan, kiri dan ke bawah. Ditangannya sebuah alat semacam pengukur listrik terus digenggamnya. Sesekali ia menghela nafas sambil membasuh butir-butir keringat yang mengucur deras di wajahnya.

Rokok di tangannya pun sudah hampir habis, dan waktunya makan sudah tiba. Pukul 13.15 WIT saat itu. Akan tetapi, lelaki ini tetap tak menghiraukan makanan yang sudah tersedia yang dibelinya sebelum memulai kerja.

Baginya, pekerjaan ini harus selesai, karena bila tidak kasihan orang-orang kota yang akan telefon kesulitan karena jaringannya terganggu, akibat mesin genset belum dihidupkan.

Lalu apa sih yang dikerjakan pria 42 tahun ini. Ya, itulah Nurrohim Basyori atau biasa di sapa Pakde Nur, dulunya adalah penjaja soto Lamongan keliling, tapi kini sehari-harinya disibukkan dengan peralatan-peralatan telekomunikasi layaknya mekanik.

Perjuangan Pakde Nur sebagai penjaga BTS  (Base Transceiver Station) Telkomsel tidak pernah surut. Meski beban di punggung semakin berat. Apa yang dikerjakannya demi satu tujuan mulia.

Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini, awalnya hanya ikut-ikutan saja. Bahkan waktu itu, ia memutuskan tinggal di Kabupaten Asmat, tepatnya di Desa Agast, karena mengikuti jejak sang adik yang bekerja di puskesmas.

Setelah satu tahun lebih ia menjadi pedagang keliling, barulah ia melakoni pekerjaan sebagai penjaga BTS. “Saya mulai bekerja di BTS Agats ini sejak 9 September 2011," jelas Pakde Nur bangga.

Meski hanya bertugas sebagai  petugas mengoperasikan Generator Set (Genset),  menjaga kebersihan dan memastikan keamanan, akan tetapi Pakde Nur harus menjalani training. Artinya itu bukan pekerjaan mudah, membutuhkan keahlian khusus juga.

"Sebab itu saya mengikuti training selama dua minggu,  sebelum akhirnya tanggung jawab itu diserahkan ke saya,” ujar Pakde Nur. Hingga kini, ia memiliki tanggung jawab keamanan BTS tersebut.

Menurut bapak dua anak ini, Operasional Genset di BTS Telkomsel Asmat memakai sistem 9-3 (sembilan min tiga). Selama 9 jam menyala dan 3 jam mati. Posisi genset mati tatkala kinerja ganti baterai, kadang-kadang bisa mem-back-up sistem selama 3 jam. Posisi genset berkapasitas 15 Kilovolt (KV) itu mampu mengangkat 8 modul.
 
Nah itulah Pakde Nur, yang tidak pernah menyangka hidupnya berubah dan berkecukupan setelah tulus bekerja sebagai petugas BTS.